BUBMliDuJ8M4WXSjHxwzacQ3y3MXgzTn33owbOKI
Dinsos Bungo Diduga Terlantarkan Pasien SAD

Iklan 728x90

Free Download Blogger Template High CTR AdSense

Dinsos Bungo Diduga Terlantarkan Pasien SAD


DIRAWAT: Warga SAD asal Kabupaten Bungo, Yanti saat dirawat di RSUD STS Tebo. (dok.orik)

Orik.or.id I Senin pagi itu, 09 Maret 2020, Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) Ahmad Firdaus menerima telepon dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sulthan Thaha Saifudin (RSUD STS) Kabupaten Tebo. Sebab ada pasien dari warga Suku Anak Dalam (SAD) hari itu dirawat di di sana.

Sudah biasa, setiap ada pasien dari warga Suku Anak Dalam (SAD), pihak rumah sekait selalu berkordinasi dengan pihak Yayasan ORIK sebagai pendamping SAD. Pasalnya, sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatanggani oleh intansi pemerintahan dengan lembaga sosial ini, setiap pasien dari warga SAD yang berada di wilayah Kabupaten Tebo akan mendapatkan perlakuan khusus. Yayasan ORIK sebagai pendamping sementara pihak rumah sakit sebagai pelayan kesehatan.

Sayangnya, warga atau pasien SAD yang dirawat bernama Yanti, 23 tahun adalah warga SAD dari Kabupaten Bungo. Hal itu berdasarkan pengakuan dari suaminya yang mendampingi Yanti berobat,” Kami dari desa Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo – Jambi,” kata suami Yanti saat dikonfirmasi Firdaus di RSUD STS Tebo waktu itu.

Meski berasal dari Kabupaten Bungo, pihak RSUD STS Tebo langsung melakukan penangganan medis terhadap Yanti. Pasalnya, pendarahaan serius yang dialami Yanti membuat pihak rumah sakit harus mengambil tindakan cepat dengan cara melakukan kuret (membersihkan bagian Rahim). Yanti pun terselamatkan setelah mendapat penanganan dari tim medis RSUD STS Tebo.

Kerena berasal dari Kabupaten Bungo, Yanti harus menyelesaikan adminitrsi di RSUD tersebut. Namun sang suami (keluarga Yanti) tindak memiliki cukup biaya.

Untuk mencari solusi atas persoalan itu, Firdaus berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tebo untuk difasilitiasi menghubungi pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo. Hasil koordinasi, pihak Dinas Sosial Kabupaten berjanji akkan menjengguk dan menjemput Yanti ke RSUD Tebo. Sayangnya, telah melampaui waktu yang telah disepakati pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo tak kunjung tiba.

Hari berikutnya, Firdaus kembali mejalin komunikasi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo. Dia (Firdaus) diarahkan oleh intansi pemerintah Bungo tersebut untuk merujuk Yanti ke RSUD Bungo. Dengan alas an agar biaya perobatan Yanti bisa diklem oleh mereka. Yanti pun akhirnya dirujuk di Bungo.

Setelah dirujuk ke Bungo, ternyata persoalan Yanti belum selesai. Pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo mengatakan jika biaya perobatan Yanti tidak bisa diklem oleh pihaknya karena tidak ada anggaran untuk itu,” Kok plin plan, kemarin katanya mau menjenguk dan menjemput Yanti, sudah kita tunggu-tunggu namun dak kenjung datang. Kemudian kita diarahkan untuk merujuk Yanti ke RSUD Bungo agar biayanya bisa diklem, nah sekarang mereka bilang tidak bisa karena tidak ada anggaran. Inikan warga SAD Bungo seharusnya yang bertanggungjawab Pemkab Bungo, kita hanya mendampingi saja,” kata Firdaus sedikit kesal dengan janji pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo, Jumat, 13 Maret 2020.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo melalui Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (SOSP2KBP3A) Kabupaten Bungo, Yos Armi membenarkan ada stafnya yang menyampaikan jika ada warga SAD assal Bungo dirawat di RSUD Tebo. 

Dia mengaku jika sudah mengintruksikan stafnya itu untuk segera menjenguk dan melakukan pengecekan apakah warga SAD tersebut benar berasal dari Bungo,” Dalam beberapa hari ini kita sibuk, mungkin itu yang membuat staf saya belum sempat ke sana (Tebo). Coba saya tanya lagi sama staf saya seperti apa penanganan," kata Yos Armi, Jumat sore, 13 Maret 2020. [orik]

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar