BUBMliDuJ8M4WXSjHxwzacQ3y3MXgzTn33owbOKI
Temenggung Ngadap (SAD) Wariskan Pohon Kepada Bupati Tebo

Iklan 728x90

Free Download Blogger Template High CTR AdSense

Temenggung Ngadap (SAD) Wariskan Pohon Kepada Bupati Tebo

Orik.or.id | Temenggung Ngadap bakal mewariskan sejumlah batang pohon kepala Bupati Tebo, Sukandar. Pohon tersebut akan diwariskan saat acara pesta buah-buahan hutan pada Minggu, 26 Januari 2020. 

Pohon yang akan diwariskan tersebut adalah Medang Labu berdiameter 60 Cm, Stebal berdiameter 88 Cm dan Mempat diameter 30 Cm.

Pohon kayu tersebut berlokasi di Sungkai Lubuk Dalam, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo - Jambi, tepatnya di kawasan hutan Temenggung Ngadap, tepatnya di kawasan Hutan Tamu.

Salah seorang pengurus Yayasan Orang Rimbo Kito (Orik), Yarani mengatakan "Waris Pohon" merupakan salah satu program Orik untuk mejaga hutan tetap lestari. Setiap batang pohon di kawasan hutan Temenggung Ngadap akan diadopsi.

Setiap pohon yang telah diwariskan (diadopsi) lanjut Yarani, akan dipasang papan nama (keterangan) atau papan informasi yang berisikan nama pohon, diameter, titik kordinat, nama waris (adopsi) pohon, dan nomor registrasi. “Nama waris (adopsi) pohon sesuai siapa yang mesan. Yang jelas setiap papan nama akan kita tulis larangan untuk menebang pohon,”kata dia.

Yang mengadopsi batang pohon jelas Yarani, diharus merawat pohon tersebut. Jika tidak sempat merawat pohon, si pewaris bisa memberdayakan SAD untuk merawat pohon tersebut. Namun si adopsi harus membayar Rp100 ribu - Rp500 ribu per tahun untuk biaya (upah) merawat pohon itu, "kata Yarani lagi. 

Ditegaskan Yarani, penerima waris atau yang mengadopsi pohon hanya atas nama. Dalam artian batang pohon tersebut bukan menjadi hak milik. “Siapa pun boleh mengadopsi setiap batang pohon yang ada di hutan Temenggung Ngadap,”katanya. 

Terkait biaya yang dibebankan kepada pengadopsi kata Yarani, digunakan untuk membeli bibit jernang Rp20 ribu, untuk biaya penanaman dan perawatan bibit jernang yang akan dilaksankan oleh warga SAD Rp30 ribu, dan Rp50 ribu lagi masuk kedalam kas Orik. "Uang yang masuk dalam Kas Orik nantinya digunakan untuk biaya operasional dan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan di lokasi Temenggung Ngadap. 

“Pohon tersebut hanya atas nama, bukan menjadi hak milik pribadi. Walaupun pada pohon itu dipasang papan nama atau informasi,”tegas Yarani lagi.

Terpisah, Ketua Orik, Ahmad Firdaus mengatakan, ada ribuan batang pohon yang tumbuh kokoh di hutan Temenggung Ngadap diantaranya, pohon tenggeris, pohon meranti, jelutung, balam, bungung, keranji, kelat, medang labu, pancung aek dan lain sebagainya. Semua itu adalah tanaman atau pohon hutan.

Selain itu ada juga pohon buah-buahan seperti, tampui nasi, tampui tungau, durian daun, kuduk biawak, redan cuku, sebalik sumpah dan lainnya. “Ada juga pohon yang dilindungi dan dianggap masih sakral oleh Suku Anak Dalam, Kendondong telunjuk, tenggeris, sialang dan lainnya,”ujar dia.

Untuk itu, Firdaus mengajak seluruh masyarakat agar bisa mengikuti program “Waris Pohon” atau mengadopsi pohon. Dengan begitu kata dia, sama halnya telah ikut berdonasi menjaga hutan dan lingkungan tetap lestari. 

“Pada pelaksanaan program ini, kita melibatkan SAD, pemuda dan masyarakat desa sekitar khususnya pemuda dan masyarakat desa Tanah Garo. Hutan yang kita wariskan sekeliling hutan Temenggung Ngadap,”tutupnya. [Orik]
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar