BUBMliDuJ8M4WXSjHxwzacQ3y3MXgzTn33owbOKI
Jelang Sidang, Pengurus Orik Jenguk SAD di Polda Jambi

Iklan 728x90

Free Download Blogger Template High CTR AdSense

Jelang Sidang, Pengurus Orik Jenguk SAD di Polda Jambi

Orik.or.id || - Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), Ahmad Firdaus mengunjungi Suku Anak Dalam (SAD) di Polda Jambi, Jumat siang, 12 Oktober 2019.

Kedatangan Firdaus ini bertujuan untuk memberikan penguatan fisiologis kepada warga SAD tersebut. 

Pasalnya, warga SAD yang terlibat kasus hukum dalam perkara kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) ini, perkaranya bakal disidang. 

"Penjelasan dari Jaksa (pihak Kejati Jambi), kemungkinan Minggu depan mereka sudah disidangkan, "kata Firdaus. 

Diketahui, warga SAD ini terlibat kasus hukum dalam perkara kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang telah diamankan polisi terkait penganiayaan, perusakan, dan pencurian terhadap Tim Satgas Karhutla Jambi di Distrik VIII Kabupaten Tanjungjabung Barat pada 13 Juli 2019.

Beberapa waktu yang lalu, kasus ini sudah dilimpahkan dari Tim Penyidik Polda Jambi ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati
Jambi. Saat inipun status mereka adalah tahanan kejaksaan yang dititipkan sementara di Mako Polda Jambi.

Meski demikian, kedatangan Firdaus untuk bertemu mereka tetap difasilitasi oleh pihak Polda Jambi. "Kita juga telah diizinkan oleh pihak Kejati Jambi untuk menjenguk mereka, "kata dia. 

Saat bertemu di ruangan Ditreskrimum lantai 3, Firdaus meminta kepada mereka agar mengikuti persidangan sesuai dengan aturan. Tidak itu saja, dia juga minta kepada mereka agar jujur saat dipersidangan. 

“Nanti apa yang ditanyakan oleh pak hakim, jawab apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” kata dia kepada warga SAD.

Apa yang diarahkan oleh Firdaus ini disambut baik oleh warga SAD. Mereka berjanji akan mengikuti persidangan hingga ada keputusan hukum terhadap mereka. “Kami sadar, pada kasus ini kami orang dalam (warga SAD) telah dimanfaatkan oleh kelompok SMB. Untuk itu kami berharap ada keringan dan pertimbangan dari bapak-bapak terhadap hukuman kami nantinhya. Jujur, kami sangat menyesal sekali,” kata Juki salah
seorang warga SAD.

Diketahui, Ahmad Firdaus adalah salah seorang pendamping SAD yang telah bertahun menjalani profesinya sebagai pendamping. Saat ini dia menjabat sebagai ketua Yayasan Orik yang fokus program pada pemberdayaan salah satu suku terasing di Indonesia ini. [Orik]
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar